Kamis, 10 Maret 2016

Belajar kata saling dari e-Filing

Saat tangisan awal yang umumnya menandai bayi lahir, dia tentu tidak paham apapun. Dia mahluk lemah yang dijaga siang dan malam oleh kedua orang tuanya bahkan sanak saudaranya.
Seiring waktu dia belajar memahami gerakan fisik. Bergulingan, merangkak dan berjalan. Pelan tapi pasti bayi itu sudah bisa berlari.

Pelajaran berikutnya adalah bagaimana dia berhubungan dengan lingkungannya. Dia diajari menghormati dan berbagi dengan orang lain. Memahami dirinya, lingkungannya dan terutama Tuhannya.

Mutiara terpenting yang disampaikan adalah empati simpati. Sebuah bahasa untuk saling, berbuat sesuatu pada orang, dan menerima sesuatu dari orang. Berbuat baiklah, orang juga pada akhirnya akan membalas kebaikan. Kalaupun belum, Tuhan lah yang sedang menangguhkan untuk memilih waktu yang terbaik.

Kita dituntut untuk menerima masukan orang lain, di lain pihak juga kita dituntut untuk memberi masukan pada orang lain. Orang yang tidak akan merugi adalah mereka yang punya kharakter saling. Bisa memahami tapi aktif berkontribusi dan memberi solusi.

Manusia tempat kekurangan, karena dia tidak hidup sendirian. Tidak ada yang hebat tanpa peran serta orang lain. Semangat mengkoreksi bukan mencaci.

Maret ini DJP sedang punya hajat untuk mengubah perilaku boros kertas dengan perilaku ramah kertas. Bukan program kresek berbayar tetapi program e-filing. Sebuah nama berbau luar yang mungkin hanya ditujukan buat mempersingkat kalimat pelaporan pajak melalui media internet. Dunia teknologi yang harus jujur kita belajar dari sana.

Dalam prakteknya, ditemukan beberapa keluhan kekurangan program tersebut. Boleh jadi ada yang kecewa dan kesal. Yang paham teknologi mungkin mafhum dengan keterbatasan koneksi dan jaringan.
Satu pelajaran paling penting. Perilaku dan budaya saling yang harus dikedepankan. Warga negara memahami kesulitan pemerintahnya dalam hal ini DJP. Selanjutnya DJP pun respek dan punya semangat evaluasi. Jangan malu mundur beberapa langkah untuk memulai lompatan yang tinggi dan indah.
Abepura, 6 Maret 2016..salam dari Ahe 74

Teruntuk sahabat kerjasama humas, nggak usah malu karena kita belum mampu, nggak usah risi karena kita tidak sendiri, dan nggak usah bingung karena kita sedang membuat panggung, semua hanya bagian perjalanan tugas yang kadang menggemaskan.

Blog Archive