Kamis, 10 Maret 2016

Dirjen Pajak Baru Terobosan Baru

Dunia saat ini memang sudah tidak linear. Hubungan antar variabel perilaku sudah susah dibuat pemodelan, karena begitu banyaknya varibel yang mempengaruhi perilaku.
Sebut saja masalah hukum. Apakah pelanggar hukum adalah mereka yang tidak paham hukum? kenyataan ternyata berbicara sebaliknya. Mereka yang dianggap tahu tentang hukum bahkan sampai ahli ternyata bisa melakukan melanggar hukum bahkan sampai upaya rekayasa.
Apakah pelanggar aturan mereka yang dianggap bodoh dan tidak tahu?Kembali masyarakat disuguhkan pelaku kejahatan malah orang-orang yang dianggap paham bahkan kaum cerdik pandai dan sebagian bahkan paham ilmu agama.
Masyarakat yang tahu aturan semestinya memang menjadi yang terdepan ketaatannya. Masyarakat yang pintar diharapkan menerangi bukan membodohi lingkungannya.
Dalam konteks kepatuhan pajak, masyarakat yang tahu aturan pajak memang diharapkan menjadi masyarakat yang patuh karena pengetahuannya. Masyarakat yang cerdas diharapkan paham tugas membela negaranya.
Dunia memang sudah tidak lagi linear dan susah dimodelkan. Model pembinaan melalui sosialisasi, bimbingan bukan satu-satu jalan untuk membangun kepatuhan. Kepatuhan sukarela masih menjadi mimpi panjang ditengah budaya rakus dan serakah masyarakat hedonis dan pemuja kekayaan.
Tepat kiranya pak Ken selaku Dirjen Pajak baru segera membentuk Direktorat Intelejen sebagai bagian dari upaya penegakan hukum berbasis dukungan data. Data dapat menjadi alat bukti menjerat mereka yang selama ini serakah dan tidak mau berbagi dengan sesamanya.
Model kepatuhan yang dipaksakan memang menjadi bagian penting disamping kepatuhan sukarela yang selama ini terus dipupuk dan dibangun.
Berangkat dari target yang maha berat sudah saatnya DJP lebih kuat dengan dukungan data dan operasi senyap agar tangkapan tidak mudah melarikan diri dan terbang.
Yes. We Ken. Satu Jiwa Satu Tujuan. Maju Tak Gentar Karena Anda Memang Benar.

Blog Archive