Kamis, 10 Maret 2016

DJP : 2016, Bina pemotong pemungut, periksa usahawan dan pekerja bebas.

Sistem perpajakan yang paling efektif dalam mengumpulkan penerimaan saat ini sepertinya menggunakan mekanisme pemotongan dan pemungutan. Sistem ini efektif karena negara tidak langsung mengenakan pajak pada subjeknya langsung, tetapi melalui perantaraan orang pada saat dan waktu yang tepat.

Pajak dikenakan pada saat orang akan menerima penghasilan atau membutuhkan sesuatu untuk dikonsumsi atau digunakan. Itulah saat tepat dipajaki. Model pembayaran sendiri akan menambah jam waktu yang dapat merubah pikiran seseorang apalagi desakan kebutuhan.

Ketentuan perluasan obyek PPh pasal 23 dalam ketentuan terbaru bisa dipahami sebagai bentuk pengakuan pada efektifnya strategi pemajakan via pemotongan. Mengharap perilaku sukarela sepertinya masih berat tanpa terus menerus dipaksa dengan pemeriksaan untuk.menguji kepatuhannya.

Oleh karena itu fokus pemeriksaan saat ini lebih diutamakan pada kewajiban perpajakan yang self assesment sistem dan pembinaan administrasi pada pemotong dan pemungut pajak.

Bendaharawan sepertinya masih harus menjadi target pembinaan utama dalam melaksanakan administrasi perpajakan, terutama untuk pembiasaan aplikasi aplikasi berbasis teknologi. Pemotong pajak dan pemungut pajak yang baik akan sangat memudahkan administrasi perpajakan di DJP.

Tahun 2016 bisa menjadi titik awal penegakan hukum besar-besaran bagi Wajib Pajak perseorangan yang penghasilannya dari usaha atau pekerjaan bebas dan pembinaan bagi Wajib Pajak pemotong dan Pemungut.
AHE : Pendapat pribadi bukan institusi.

Blog Archive