Kamis, 10 Maret 2016

DJP dan TOBAT NASIONAL

Syahdan, tersebutlah seorang pemuda yang telah banyak melakukan kesalahan berupaya ingin bertobat. Dia menyadari kekeliruannya, tapi tidak mengerti apa yang mesti diperbuatnya.
Hal yang dia lakukan adalah bertanya kepada mereka yang dianggap mengerti dan memahami petunjuk Tuhannya. Apa daya terus menerus dia mendapati jawaban tertutupnya pintu kebaikan buat dirinya. Akhirnya dengan putus asa dia terus melakukan hal yang sama. Berulang dan terus berulang.
Di tengah rasa putus asa dia mendapati seorang yang bijak dan memberi penjelasan. Pintu kebaikan dan ampunan tidak pernah Tuhan tutup selagi dia hidup. Mereka yang menutup pintu adalah mereka yang berusaha menjadi Tuhan bagi lingkungannya.
Pemuda itu sekarang punya harapan untuk kembali menjadi manusia baik dengan kesempatan hidup yang dimilikinya.
Saat ini kesalahan dan kejahatan tidak hanya berwujud fisik. Kejahatan ekonomi sampai kejahatan teknologi telah akrab diketahui. Manipulasi catatan seakan sebuah keniscayaan untuk bisa hidup lebih baik tanpa mengindahkan sekelilingnya.
Pelaku seakan bahagia tapi sebenarnya tidak. Mereka akan terasing dari lingkungannnya, karena akan banyak kebohongan yang akan diperbuatnya. Mereka akan menyimpan hartanya di tempat yang orang lain susah mengetahuinya. Mereka takut orang tahu hartanya dan meminta bagian derma darinya.
Suatu saat naruni manusia bisa kembali. Dia menginginkan ketenangan batinnya. Dia menginginkan bertobat atas kesalahan yang dilakukannya.
Dalam kontek kejahatan ekonomi, mereka yang melakukan upaya untuk mengurangi pembayaran pajak baik "legal" atau tidak legal hakekatnya mempunyai niatan yang sama. Cara bisa berbeda tetapi niat mungkin sama. Motif sama strategi yang berbeda.
Saat ini DJP mewacanakan Tax Amnesty untuk pengampunan pajak. DJP berusaha menjadi yang bijak yang masih memberi kesempatan berbuat baik bagi mereka yang sebelumnya telah salah jalan. Menutup pintu sama artinya tidak memberikan kesempatan dan berusaha menjadi Tuhan dinegaranya.
Bercermin dari kisah pertobatan pemuda di atas dan pemaafan yang diajarkan guru terakhirnya, semoga kita bisa belajar dari kebaikan dan kebijakannya.
Negara jangan pernah menutup pintu pertobatan warganya. Pertobatan juga bukan main-main. Pertobatan sejati didasari kesadaran untuk lahir kembali sebagai manusia sejati yang banyak bermanfaat bagi sekelilingnya. Bagi bangsa dan negaranya.
Mari berbuat kebaikan dan kebajikan. Kita buka pintu ampunan pajak.
Kanwil Djp Papua Maluku ‪#‎pajakmilikbersama‬

Blog Archive