Kamis, 10 Maret 2016

Mulai dengan 'Adalah'

Ketika kita ingin menjelaskan sesuatu dalam bentuk tulisan, kata yang paling sering muncul dan digunakan umumnya menggunakan kata ' adalah'

Saat ingin menjelaskan Jakarta misalnya, kalimat yang mudah ditulis,Jakarta adalah ibu kota Republik Indonesia. Jakarta adalah kota yang terletak di pulau jawa bagian barat yang berbatasan dengan Jawa Barat dan Banten dan sebagainya.

Sangat banyak yang bisa disampaikan dengan mengunakan kata 'adalah'. Pertanyaannya, kenapa kata itu sering muncul pada saat kita ingin menjelaskan sesuatu.Jawabannya, karena proses pembelajaran itu dimulai dari definisi.

Definisi Jakarta, bisa dilihat dari sisi kedudukan kotanya, jawaban yang muncul adalah ibu kota. Dari sudut letak, jawaban yang muncul adalah batas barat,timur, utara dan selatan.

Tidak salah bahkan boleh dibilang benar jika langkah awal menjelaskan sesuatu dalam tulisan adalah berjubelnya kata kata 'adalah'. Biarkan semuanya ditulis dengan sangat banyaknya dari semua sudut pandang penulis. Semakin banyak yang dijelaskan maka semakin banyak penggunaan kata adalah.

Dalam kontek pajak yang mungkin kurang enak bagi sebagian orang untuk dibicarakan, langkah awal bagi pegawai DJP menjelaskan pajak kepada masyarakat bisa dimulai dari memperbanyak kata adalah.
Selanjutnya kita cari sudut mana yang kita ambil. Mulailah dengan menulis pajak dari definisi dalam undang-undang. Dengan menulisnya maka akan ditemukan kata kunci kontribusi,wajib,warga negara,negara dan lain sebagainya.

Jelaskan kembali definisi kontribusi, definisi warga negara, definisi semua kata yang tertulis di dalamnya. Semakin lama akan semakin banyak pemahaman yang didapat. Darimana definisi paling banyak diperoleh? Sudah tentu kamus lah yang banyak memuat definisi.
Mari kembali ke ke kamus, mulailah dengan 'adalah'.

Insprirasi Bukittinggi bersama Kasi keramas seluruh Indonesia. Salam satu jiwa

Blog Archive