Kamis, 10 Maret 2016

Pekan Panutan, Penyampaian Plus Dukungan

Dalam periode Maret awal sampai akhir, pemberitaan tentang pemimpin institusi atau lembaga yang menyampaikan SPT dalam kemasan pekan panutan sudah dan akan terus menghiasi laman pemberitaan di media massa nasional, media daerah, bahkan di media sosial.

Tentu saja hal ini harus dimaknai sebagai bentuk suri tauladan pimpinan di pusat dan daerah, baik bagi bawahannya, terutama bagi masyarakat di lingkungan pemerintahannya. Figur pimpinan sebagai sosok yang mesti diteladani dimunculkan, meskipun baru sebatas kepatuhan pelaporan formal.

Langkah awal ini semoga bisa memupuk kepatuhan material,yakni kepatuhan untuk mengisi SPT dengan benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dengan penuh i'tikad baik, dan jujur pengisiannya. Kejujuran seorang pemimpin akan menginspirasi kejujuran masyarakatnya.

Ada dua tugas pokok pemimpin institusi atau lembaga dalam hubungannya dengan kewajiban perpajakan. Pertama ketaatan selaku individu yang juga merupakan bagian dari Wajib Pajak. Kedua, memimpin institusi atau lembaganya untuk mendukung pencapaian penerimaan pajak melalui dukungan data maupun penegakan hukum.

Pekan panutan sejatinya dimaknai tidak hanya sebagai inspiring people dalam penyampaian kewajiban pribadi berupa SPT, namun disertai dengan dukungan baik dukungan data sesuai amanat undang-undang, maupun bantuan penegakan hukum administrasi dan pidana pajak.

Kitong itu satu jiwa untuk republik ini. Keberlangsungan program termasuk program di institusi dan lembaga pusat atau daerah, tidak bisa dilepaskan dari kecukupan dana yang berasal dari penerimaan pajak.Semestinya semua mendukungnya.

Porsi target penerimaan pajak yang hampir 80 persen dari target penerimaan negara secara keseluruhan harus menjadi PR bersama DJP plus pemimpin di institusi atau lembaga pemerintahan.
Apresiasi yang tinggi disampaikan kepada pemimpin institusi dan lembaga yang mendukung program penyampain SPT. Lebih jauh dukungan lain termasuk data dan penegakan hukum ditunggu untuk sama-sama dibuktikan.

DJP terutama instansi vertikal seluruh Indonesia harus terus bergandeng erat dengan pimpinan institusi atau kembaga, bahkan asosiasi dan pihak lainnya, dan tidak cukup berhenti pada seremonial pekan panutan semata. Semoga kita bisa terus bekerjasama.

Kita tunggu bersama kiprah semua pemimpin kita untuk saling mendukung, saling memahami dan saling memberi arti, karena ‪#‎pajakmilikbersama‬ untuk Indonesia yang lebih jaya. Apa artinya sebuah lidi yang mudah patah, demikian Pak Ken ingatkan.

Maaf mas Slamet Rianto PR Bukittinggi nya malah belum..hehehe. Nufalaq Rachmaningtyas, Eri Sunandar selamat menulis. Mas Mikhael Subur terimakasih inspirasinya.

Blog Archive