Kamis, 10 Maret 2016

Tax Amnesty diantara Permohonan Ampun dan hakikat Kesadaran.

Dalam kamus kehidupan manusia selalu beriring dua hal yang berbeda kutub, antara harapan dan ketakutan. Harapan atas hal-hal positif dan takut pada hal-hal negatif.
Manusia juga punya sensor rasa, rasa senang setelah berbuat kebaikan, dan penyesalan setelah berbuat kesalahan.

Rasa muncul karena tingkat kesadaran sebagai manusia tidak sedang sakit. Noda-noda lah yang membuat kesadaran bisa hilang, dan noda itu bertambah seiring pembiasaan kesalahan yang berulang sehingga berkarat dan menutupi logam.

Sudah saatnya karat itu dibersihkan dengan permohonan ampunan. Bukan permohonan yang diperlukan,tetapi kesadarannya yang sejatinya dibutuhkan. Permohonan hanya rangkaian kata atau tulisan semata, tapi kesadaran lebih abadi dan susah dirangkai dalam rangkaian kalimat panjang sekalipun.
Pajak ingin bisa memulai kesadaran itu dalam bentuk tax amnesty.


Terimakasih buat semua teman keramas Eri Sunandar , mas Slamet Rianto, Aditya Wibisono, Haniatur Rosyidah , Nufalaq Rachmaningtyas dan semua teman keramas alumni bukit tinggi. Terima kasih buat pak Eka Sila Kusna Jaya atas izin belajar di kota sejuk Bukittinggi.

Blog Archive