Jumat, 08 April 2016

Cinta, komitmen dan pengorbanan


Cinta adalah bahasa universal yang entah berapa banyak syair lagu tercipta dari kata yang bernama cinta. Mungkin tiap orang berbeda memaknai cinta. Bagaimana sebenarnya cinta didefinisikan?

Kamus bahasa menekankan kata penguatan dalam arti kata cinta. Cinta bisa berarti sayang sekali, kasih sekali, berharap sekali, rindu. Cinta adalah sesuatu yang lebih, dia lebih dari sekedar kasih,dia lebih dari sekedar sayang, dan dia lebih dari sekedar harap.

Cinta kata orang buta karena cinta bisa membutakan pikiran manusia. Tiba-tiba seseorang menjadi pencemburu tanpa sebab yang jelas, seketika marah, seketika sayang dan seketika rindu.
. Ia menjadi takut kehilangan mereka yang katanya dicintainya.

Cinta bisa dimaknai dari sisi fisik manusia yang membutuhkan ketertarikan seperti juga binatang yang mempunyai rasa saling tertarik dan melahirkan keturunan.

Manusia berbeda dengan binatang. Cinta pada manusia tidak hanya sekedar cinta hewani, tetapi cinta insani. Cinta insani inilah yang sulit didefinisikan tetapi nampak pada ciri ciri yang dimilikinya.

Cinta bisa berwujud komitmen bersama, bisa berwujud saling pengertian, dan juga pengorbanan dan ketaatan. Cinta ini lebih luas dari sekedar cinta pasangan. Ia bisa berarti cinta pada keluarga, sahabat, bahkan kepada sesama mahluk. Puncak cinta adalah kecintaan pada Tuhan yang tidak dapat dilihatnya.
Cinta tidak bisa diperbandingkan dengan karir, keluarga, apalagi sekedar hobi. Cinta adalah komitmen untuk lebih memilih apa yang dianggap orang lebih penting meski ada pengorbanan. Wajar saja orang memaknai berbeda cara mencintainya.

Orang tua satu meninggalkan waktu kebersamaannya dengan anak untuk mencari nafkah dengan dasar cinta. Orang tua lainnya memilih bekerja dekat keluarga untuk lebih banyak kumpul juga didasari cinta. Lantas apa yang berbeda?

Pilihanlah yang berbeda, komitmennya sama hanya model pengorbanannya yang berbeda. Pilihan inilah yang mungkin berbeda bahkan berubah seiring waktu dan tingkat keyakinan seseorang terhadap pilihannya. Logika dan perasaan manusia menjadi dasar pilihannya.

Jenis piilihan mungkin bisa diperdebatkan, tetapi bukan pada cinta, pengorbanan dan komitmennya.
Hal yang harus disadari bahwa cinta tidak akan memperoleh kesejatiannya. Cinta tidak ada yang sejati. Cinta antar mahluk tidak ada yang hakiki karena sifat manusia yang tidak kekal.

Kekekalan cinta, kesejatian cinta hanya akan ada jika semua cinta didasari pada kecintaan pada Sang Kekal Tuhan pemelihara segala mahluk. Agar cinta manusia bisa sejati dan kekal, maka cintai semuanya karena Allah.

Satu syair lagu dari Mas Adibal, Cintai Aku Karena Allah (CAKA)
Terinspirasi Indonesia Lawak Klub bersama mang Asep Wahyudin Nugraha
Abepura AHE

Blog Archive