Jumat, 08 April 2016

Hiasi hidupmu dengan Ilmu.

“Semua manusia terlahir dari rahim Ibu, kecuali  Adam” tutur guru pada muridnya. Tangisan yang mengiringi awal hidup di dunia seperti sebuah isyarat bahwa dia dilahirkan untuk berjuang. Sebagai bekal perjuangannya, ia akan mengalami proses pembelajaran.

Sejak bayi ia mencoba belajar bergerak, mencengkram, menatap, dan berbicara. Seiring perkembangannya keluarga mulai mendidik dan menyekolahkannya dengan harapan sang Anak tumbuh sehat dan memiliki berbagai keterampilan dan pengetahuan sebagai bekal mengarungi beratnya samudera kehidupan.

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” ucap ibu

Rangkaian indah ayat-ayat suci yang ibu bacakan mengajarkan manusia untuk senantiasa belajar dalam hidupnya. Belajar memahami dirinya, alam semesta, dan Tuhannya. Paham alasan keberadaannya dan tugas utama yang diembannya.

Ia harus memiliki bekal untuk memenuhi kebutuhan badaninya. Ia harus makan, minum, tumbuh dan berkembang biak. Sebagai mahluk insani ia akan berfikir menggunakan akalnya, memiliki keinginan (syahwat), serta perasaan. Ia bisa gembira, marah, dan sedih menyikapi kejadian yang menimpanya.

Apa sesungguhnya keindahan dalam hidup? Hidup itu indah karena ada proses belajar mencari ilmu. “Tuntutlah ilmu jauh sejak dari buaian ibu hingga liang lahat ” ucap ayah. Belajarlah untuk mencari ilmu sebagai bekal manusia beramal.

Ilmulah yang menuntun manusia untuk bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan kepadanya, ikhlas dan sabar atas musibah yang menimpa, serta ketaatan pada Tuhannya.

Manusia terbaik adalah manusia dengan kebaikan amalnya. Amalan terbaik yang paling ikhlas dan paling benar. Untuk bisa ikhlas dan benar manusia memerlukan ilmu yang harus ia pelajari.

Sampai raga meninggalkan jasadnya manusia akan terus belajar untuk meraih amalan terbaiknya. “Tuhan menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa diantaramu yang terbaik amalnya” tutup guru dalam nasehat terakhirnya.

Abepura, AHE

Blog Archive