Kamis, 21 April 2016

Kemana Arah perubahan DJP?

Coba kita perhatikan sarang burung pipit yang sejak kecil tidak pernah berubah. Bentuknya khas dari kumpulan daun daun kering yang dipintalnya dan direkat dalam ranting pepohonan.

Lihatlah sekeliling, jalanan dah mulai berubah, kehidupan manusia terus bergerak seiring perubahan zaman. Tatapan mata sekarang telah berubah dari lurus memandang menjadi sedikit membungkuk tanda ada mobile phone dalam genggaman.

Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Akan tetapi perubahan semestinya bergerak maju untuk menjadi lebih baik dan bukan malah mundur apalagi kembali terjatuh dalam kubangan.

Perubahan harus disertai kesadaran, tanpa kesadaran perubahan yang terjadi adalah perubahan tanpa arah dan terkesan hanya mengikuti hembusan angin.

Perubahan jangan hanya dilihat pada sesuatu yang tiba tiba berubah dan sekejap hilang kembali karena arah angin tak menentu. Ia jelas sedang tidak punya pendirian.

Jalan perubahan harus berjalan dalam rel yang sudah betul-betul disiapkan, bukan jalan dengan aspal seadanya yang mudah bolong diterpa hujan dan terik panas matahari.

Organisasi dan institusi DJP harus berubah. Perubahan ke arah lebih baik yang ditata tidak sekedarnya tetapi betul-betul dipersiapkan sehingga tidak goyah oleh pandangan segelintir orang yang mungkin memaknai lain sebuah perubahan.

Institusi harus gagah berani menjelaskan konsep perubahannya dan tidak mudah tunduk pada desakan politik atas nama kepentingan sekelompok yang tidak menghendaki organisasi bisa gagah berdiri.
DJP tidak bisa hanya sekedar mengikuti arah angin. Kemana angin berhembus kesitulah organisasi bertengger. Dia tidak punya kharisma dan keberanian. Kharisma DJP dimulai dari gagahnya sebuah kepemimpinan.

Pemimpinlah yang harus memulai keberanian dengan dada membusung menuju institusi yang lebih disegani bukan ditakuti. Punya wibawa bukan menghamba.

Bukan angin yang membawa perubahan, tetapi institusi yang mengendalikan perubahan. Bukan orang lain, Institusi DJP itu sendiri yang menghendaki perubahan.

AHE

Blog Archive