Jumat, 08 April 2016

Membuka Tabir 'Celengan Ayam' (Panama Papers)

Ketika saya ingin memahami bisingnya pemberitaan panama paper, suatu illustrasi sederhana tersaji di halaman sebuah pemberitaan.

Illustrasi sederhana ini cukup menjelaskan apa yang ingin saya pahami. Cerita seorang ibu yang kepo yang ingin tahu celengan anaknya, diramu dengan cerita anak yang enggan celengan diketahui ibunya.
Cerita berlanjut dengan anaknya yang menitipkan celengan lain di tempat temannya. Ia meyakini ibunya tidak mengetahui celengan lain yang dititipkannya.

Illustrasi itu seolah menegaskan bahwa menyimpan celengan lain agar tidak diketahui merupakan sesuatu yang lazim dilakukan. Sesuatu yang tidak secara tegas dilarang memang bisa ditafsirkan sebagai sesuatu yang boleh dan lazim.

Ada tiga pertanyaan menggelitik tentang sikap sang ibu yang kepo dan anak yang tidak mau urusannya diketahui ibunya. Selain itu apa yang menjadi alasan anak itu menyimpan celengannya di tempat tertentu.
Dalam konteks negara, ibu bisa dibaratkan negara yang ingin mengetahui urusan atau dapur warga negaranya. Untuk tujuan tertentu negara seharusnya tahu warganya. Bukankah pejabat negara wajib menyampaikan laporan hartanya kepada institusinya bahkan kepada KPK.

Tentu ada maksud dibalik kewajiban pejabat melaporkan kekayaannya. Laporan tersebut bisa menjadi kontrol kewajaran harta seorang pejabat negara agar tidak ada harta lain yang berasal dari perilaku koruptif.
Otoritas pajak dalam hal ini DJP mewajibkan Wajib Pajak melaporkan harta kekayaan termasuk hutang dalam laporan SPT yang disampaikan tiap tahun.

Meskipun dasar pengenaan pajak, bukan kekayaan tetapi penghasilan, laporan harta kekayaan dapat menjadi indikator mengukur kelaziman dan kewajaran penghasilan yang telah dilaporkan.

Orang-orang mungkin bertanya.Di tengah kewajiban melaporkan harta kekayaan, kenapa ada orang yang berusaha menyimpan hartanya di luar negeri yang kemungkinan tersembunyi dari pengawasan negara.
Pertanyaan lanjutannya, kenapa harus di panama misalnya. Kenapa tidak di malaysia atau negara lainnya. Apa yang masyarakat harus ketahui tentang panama?

Karena kewajiban pelaporan itu dilakukan dalam kaitanya dengan perpajakan, tentu pertanyaan masyarakat adalah ada hubungan apa panama dengan ketentuan pajak.

Hubungan pajak dengan panama bisa dilihat dari dua sudut. Pertama bagaimana rezim perpajakan di panama, apakah ada surga pajak disana. Surga dalam artian bebas pajak?

Point penting kedua apakah panama merupakan rezim yang menerapkan kerahasian. Rezim yang membentengi penyimpan harta disana dari kemungkinan penelusuran otoritas pajak negaranya.
Silahkan masyarakat menilai sendiri. Saya tidak sedang menuduh seseorang, tetapi saya sedang berusaha memahami ciri kharakter seseorang.

Abepura AHE
Semoga mas Yustinus Prastowo Anang Mury bisa menjelaskan

https://m.tempo.co/…/skandal-panama-papers-cara-memahaminya…

Blog Archive