Kamis, 26 Mei 2016

Tax Amnesty tersandera definisi dosa.


Apa yang dimaksud dengan ampunan? Siapa yang layak diampuni, kapan ampunan diberikan dan siapa yang bisa memberikan ampunan, serta apa konsekuensi sebuah pengampunan?

Seseorang yang awalnya musuh dalam peperangan dan telah jadi tawanan diampuni sang pemimpin dengan barter ia memberikan pengajaran. Suatu keputusan yang mengundang kontroversi karena nyawa telah banyak hilang akibat tindakan sang tawanan.

Barangkali kebijakan sang pemimpin semata-mata karena kemaslahatan jangka panjang yang sudah ia pertimbangkan dengan masak-masak. Dia berhasil meyakinkan masyarakatnya tentang arti sebuah pengetahuan yang mungkin didapat dari tawanannya.

Pemimpin juga melihat niat baik tawanan untuk bertobat dan tidak akan melakukan pekerjaan yang sama bahkan bersiap memberikan karya karya terbaik. Kuncinya ada pada niat baik dan sungbangsih yang didapatkan.

Wacana pengampunan pajak sedang asyik untuk didiskusikan. Pajak sebagai jalan pertobatan menemui kendala karena beban berat sang peminta tobat sudah tanpa sadar dilabeli bersalah. Ia dianggap bersalah tidak melaporkan atau menyembunyikan kekayaannya. Ia juga barangkali bersalah karena sumber kekayaannya bisa berasal dari kegiatan yang jelas-jelas haram diatur.

Perdebatan menjadi pelik karena pajak tidak mempermasalahkan sumber dana, sementara ketentuan hukum lain mengaturnya sebagai pangkal masalah. Sumber dana menjadi bidikan jeratan undang-undang pencucian uang, korupsi atau kejahatan lain.

Tax Amnesty pada akhirnya tidak hanya bicara pajak tetapi aspek hukum lain menjadi variabel yang mau tidak mau harus selesai dibicarakan. Apakah pengampunan satu berimplikasi pada ampunan yang lain. Keadilan akan terus diperdebatkan karena kejahatan seakan begitu mudah diampuni.
Ditengah rasa keadilan masyarakat yang sedang terkoyak dan tersakiti wacana tax amnesty wajar menjadi sensitif dan memicu perdebatan yang alot.

Kembali kepada pertanyaan siapa yang layak diampuni, atas dosa apa dia diampuni dan apa konsekuensi dari ampunan. Semacam pembayaran denda bagi pembunuh sebagai syarat ampunan yang diberikan keluarga terbunuh yang ditinggalkan.

Jikalau pengampunan ditujukan bagi sang pendosa maka pemberi maaf adalah mereka yang tersakiti dengan perilakunya. Siapa yang tersakiti. Apakah rakyat selama ini dianggap yang tersakiti? Jika ya maka pekerjaan besar wakil rakyat membahasnya.

Jangan-jangan semuanya akan menjauh dari pertobatan karena belum jelas juga siapa yang sebenarnya yang bersalah. Jangan jangan semua masyarakat punya andil bersalah mesti bobot kesalahannya beragam. Jika semuanya saling tunjuk maka tidak ada yang akan mengacungkan jarinya tanda ia mengakui karena ia sadar ia akan dikorbankan.

Apakah Tuhan mesti ikut memberi petunjuk? Jangan jangan semua ternyata harus melakukan pertobatan karena semuanya punya sisi hitam dalam hidupnya. Semua kembali berpulang pada niat baik dan kepercayaan. Percaya bahwa semua ingin bertobat dan tidak lagi mau mengulang dosa yang telah diperbuatnya.

Jika tidak ada kepercayaan dan kerelaan, tutup sudah pintu pertobatan!
AHE

Blog Archive