Jumat, 10 Juni 2016

Puasa untuk Berbagi dan Peduli.


Shaum atau puasa dalam bahasa keseharian memang sarat makna. Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga dalam waktu tertentu, tetapi lebih jauh Allah perintahkan agar mencapai hakekat hidup yakni ketaqwaan. 

Taqwa lah yang menjadi unsur pembeda manusia satu dengan lainnya. Bukan paras rupa apalagi harta benda dan kedudukan yang membuat tinggi derajat manusia melainkan ketaqwaannya.
Ibadah yang digambarkan dengan ciri ruku dan sujud dalam salat menjadi tidak bermakna begitu seseorang lalai dalam salatnya, riya dan tidak mau menolong sesamanya dengan sesuatu yang berguna.

Karakteristik kebaikan tidak hanya dinilai dari perspektif kesalehan individu tetapi kesalehan sosial. Semangat tolong menolong inilah yang mengilhami "Sang Pencerah" mendirikan ormas keagamaan yang dilandasi semangat membantu mereka yang lemah dengan simbol "anak yatim dan orang miskin".

Puasa dibangun untuk.menumbuhkan kepedulian dengan ikut merasakan beratnya menahan lapar dan haus meskipun ia memiliki kemampuan untuk makan dan minum bahkan mungkin berlebih.
Puasa hanya tinggal haus dahaga saja apabila tidak menumbuhkan semangat berbagi dan peduli. Zakat harus ditunaikan, infaq dan sedekah harus ditumbuhkan karena iman dan amal saleh adalah dua sisi yang harus ada agar manusia tidak merugi dalam hidupnya
.
Dalam konteks kewajiban bernegara, pajak merupakan simbol kepedulian warga negara untuk ikut membiayai pembangunan. Sumber daya manusia yang beriman, cerdas dan sehat dibangun melalui ketersediaan lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan. Kesempatan berusaha bisa dikembangkan melalui ketersediaan infrastruktur fisik dan keuangan yang mudah dijangkau.

Anggaran pembangunan saat ini didominasi dari pajak yang dibayarkan masyarakat. Jika pembangunan belum optimal boleh jadi karena masyarakatnya kurang peduli untuk mau berbagi dan peduli termasuk peduli mengawasi.

Dalam momentum Ramadhan kali ini mari jadikan puasa sebagai bulan untuk lebih patuh menunaikan kewajiban zakat dan pajak. Sampaikan pada yang berhak menerimanya. Ada amil untuk zakat, ada pemerintah untuk pajak yang selanjutnya akan mendistribusikannya. Selain itu perbanyaklah pula infaq dan sedekah.

Berpuasalah untuk berbagi dan peduli. Karena Allah mencintai manusia yang menolong mahluk-Nya.
Abepura
AHE

Blog Archive