Selasa, 09 Agustus 2016

Amnesti pajak dan senandung kelegaan

Amnesti Pajak dan senandung kelegaan.

UU Tax Amnesty lahir sebagai UU transisi menuju sistem perpajakan baru yang tidak hanya dalam konteks regional tetapi sudah menjadi isu internasional. Isu terkait pertukaran informasi yang otomatis sebagai komitmen bersama antar negara dan isu penghilangan sekat sekat yang menjadikan tatanan keuangan dunia yang lebih transparan.

UU Tax Amnesty barangkali akan diikuti dengan perubahan baru pada rejim perpajakan ke depan. Apakah Indonesia masih akan menganut model Pajak Penghasilan dan model Pajak Pertambahan Nilai hanya waktu nanti yang bisa menjawabnya. Wacana paling mengemuka memang isu seputar Pajak Penjualan dan Pajak Pertambahan Nilai.

Pajak adalah kontrak psikologis negara dan warganya. Ia merupakan kesepakatan dan janji bersama karena pajak menjadi kewajiban sekaligus hak warga negaranya. Maka pilihan model pemajakan apa akan ditentukan oleh kesepakatan dalam bentuk undang-undang.

Kembali pada UU Tax Amnesty yang mengatur dalam hal dikemudian hari diketemukan data yang belum atau belum sepenuhnya diungkap maka dasar perhitungan pajak adalah kekayaan dengan dasar tarif pajak penghasilan bahkan dengan sanksi yang salah satunya diatur khusus 200 persen dalam undang-undang ini.

Itulah yang saya maknai dengan undang-undang "gado-gado" yang mengkombinasikan pajak penghasilan dengan model kekayaan. Selain itu ada dua masa yang diatur dalam undang-undang ini yakni masa pengampunan sampai dengan 31 Maret 2017 dan masa pengujian tiga tahun untuk meneliti apakah telah dilakukan pengungkapan dan penebusan. Selain itu periode ampunan pun dibuat berjenjang dalam tiga periode waktu dengan tiga kesempatan pernyataan.

Seandainya masyarakat mau berhitung maka tepatlah saat ini untuk segera memanfaatkan ampunan pajak agar ke depan muncul kelegaan karena harta yang dimiliki tidak akan banyak membawa beban pertanyaan yang bisa jadi memberatkan kelak dikemudian hari. Ungkap-tebus-lega akhirnya menjadi sebuah keniscayaan.

Senandung lagu "ungkap jangan sembunyikan" terasa merdu di telinga dan lebih merdu lagi nyanyian kedepan karena semua bersenandung dengan penuh kelegaan.
AHE

Blog Archive