Selasa, 09 Agustus 2016

Amnesti Pajak Harapan ditengah Kesempatan

Amnesti Pajak Harapan Ditengah Kesempatan.

Manusia hidup karena ia memiliki harapan. Begitu harapan itu hilang pada dasarnya manusia akan kehilangan kesejatiannya sebagai manusia. Manusia tidak hanya memiliki raga, ia pun memiliki akal pikiran dan hati. Hati yang semestinya condong pada kebaikan karena ia sesempurnanya mahluk. Akal akan menjadi pertimbangan dalam setiap pilihan yang akan ia ambil. Adapun raga ia hanya melekat sebagai satu ikatan tubuh yang berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing anggota tubuh. Begitu hati condong pada kebaikan maka harapannya pun akan diselimuti harapan baik yang dibangun dari prasangka yang baik.

Permasalahan mulai muncul begitu harapan yang dianggap baik itu menemukan berbagai pilihan jalan. Orang yang punya harapan menyenangkan keluarganya berarti ia memiliki harapan baik. Hanya masalah muncul begitu harapan baik dicapai dengan cara yang berbeda. Ada yang memilih jalan yang dianggap baik dan ada yang tidak memilih dan memilah mengerjakan apa saja dengan cara apapun halal haram yang penting harapannya tercapai.

Sesuatu memang tergantung niat.Hanya saja yang tergantung niat itu tetap dalam kerangka kebaikan karena niat baik tidak bisa ditempuh dengan cara-cara yang tidak baik. Harapan baik didapat dengan cara yang baik. Disinilah tujuan harus dilandasi dan selaras dengan metode untuk mencapainya. Suatu visi yang baik dicapai dengan misi yang baik pula.

Ketika bicara individu, penyelarasan antara niat , tujuan serta cara mencapainya barangkali lebih mudah untuk dicari formulasi tepatnya. Dalam kontek organisasi,setelah organisasi punya visi dan tujuan yang baik, langkah untuk mencapai visi dan tujuan organisasi dapat dilakukan dengan berbagai metode. Disinilah pimpinan akan menentukan metode mana yang dirasa tepat. Mungkin tidak semua anggota setuju dengan langkah yang dipilih tetapi begitu pimpinan memutuskan sebuah pilihan maka itulah yang sebenarnya harus dijalankan..

Kebijakan amnesti pajak dapat dianggap sebagai solusi yang telah dipilih pemerintah bersama wakil-wakil rakyat membangun rejim perpajakan kedepan  yang lebih baik. Ada tujuan jangka pendek dan jangka panjang.  Seandainya ada "biaya" pengorbanan dari kebijakan yang dipilih, semestinya semua harus menyadari bahwa ada risiko dari setiap  pilihan yang telah diambil dan tidak lantas sibuk saling menyalahkan atas suatu kebijaksn yang telah dipilih dan  sedang berlansung.

Diperlukan sebuah keihklasan baik dari sisi Wajib Pajak dan otoritas pajak bahwa saat ini sedang berlangsung rekonsiliasi nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi. Suatu langkah berat yang harus diambil ditengah target pajak yang begitu tinggi yang harus dicapai. Kondisi ekonomi yang kurang baik yang ditandai dengan jatuhnya harga komoditas, transaksi impor dan ekspor yang menurun serta daya beli masyarakat yang rendah menggerus potensi penerimaan pajak.

Saya meyakini ada harapan baik dari program pengampunan pajak. Sebagai suatu kebijakan  yang dipilih tentu ada risiko kegagalan. Namun demikian selain harapan ada hal penting yang harus diperhatikan yakni kesempatan yang harus segera diambil. Antusiasme masyarakat menghadiri sosialisasi oleh presiden Jokowi harus direspon cepat oleh otoritas pajak dan pihak lainnya untuk segera memberikan pelayanan prima dalam rangka  membangun data base perpajakan yang besar dan dikelola dengan cara-cara yang tepat sasaran.

Saatnya semua harus menyadari bahwa tujuan amnesti pajak adalah membangun basis data perpajakan yang lebih baik kedepan. Mari mulai dari KM 0 dengan mengungkap, menebus dan ujungnya timbul kelegaan dengan sebaik-baik pengungkapan.

Gerentes Hate
AHE

Blog Archive