Sabtu, 13 Agustus 2016

Amnesti saatnya bicara hati

AMNESTI , Saatnya Bicara Hati

Diantara perbincangan angka-angka estimasi target repatriasi, deklarasi dan uang tebusan ada satu yang mungkin luput dari pemberitaan. Ketika angka statistik hasil lebih menarik dan jadi tolak ukur,ada satu rangkaian kegiatan yang juga menguras tenaga dan pikiran bagi organisasi, perusahaan termasuk institusi yakni membangun citra kelembagaan.

Bicara kehumasan tidak sekedar bicara informasi yang tersampaikan, namun bagaimana memunculkan kepercayaan masyarakat, keperdulian yang dibalut dalam prinsip empati simpati. Sudah saatnya institusi tidak mengandaljan "kepongahan" atas nama kekuasaan. Pendekatan kekuatan kekuasaan sudah tidak lagi menjadi pilihan dalam situasi peradaban yang semestinya menjunjung nilai-nilai kesamaan hak dan kewajiban.

Cita-cita bukan berlandaskan pada tujuan yang ingin dicapai sendiri dengan melupakan bahwa setiap orang punya tujuan yang mungkin berbeda dengan tujuan kita. Agar ada kesamaan gerak dan langkah maka tujuan-tujuan individu harus diletakan pada pemahaman bahwa pada hakekatnya kita memiliki tujuan mulia yang sama yang terkadang tidak disadari individu dan institusi. Tujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama bukan hanya kesejahteraan apalagi keserakahan individu.

Ukuran keberhasilan program amnesti pajak jangan hanya diukur dari besarnya uang tebusan dan repatriasi semata karena sejatinya amnesti bicara hati yang mau ikhlas dan peduli untuk mengungkap, menebus dan lega. Kelegaan adalah bahasa hati dan puncaknya sebuah amnesti.

Gerentes Hate
AHE

Blog Archive