Sabtu, 20 Agustus 2016

Belajar Amnesti Pajak dari Anak TK

Belajar Amnesti Pajak dari Anak TK.

Sebagai orang tua mungkin kaget dengan ucapan sang anak. Jawaban dan pertanyaannya kadang membuat orang tua bingung bagaimana menjawab dan menjelaskannya. Informasi yang baru belajar dicernanya kadang melompat pada pertanyaan yang menurut kita kurang nyaman untuk dijelaskan. Orang tua gugup karena kekurangan ilmu berinteraksi dengan anak dalam situasi yang jauh berbeda dengan zaman orang tuanya.

Anak terkadang beranggapan guru yang selama ini banyak memberi pelajaran adalah yang paling tahu bahkan mungkin lebih tahu banyak dibandingkan orang tuanya. Perintah,imbauan guru lebih akan didengar anak tk kita dibandingkan kedua orang tuanya. Mungkin orang tua telah banyak memberi nasehat tetapi sang anak akan lebih giat begitu gurunya membicarakan dan menjelaskan hal yang sama. Satu nasehat penting dari guru saya pak Gus Nug tentang pentingnya kolaborasi orang tua dan guru. Titipkan nasehat itu pada guru yang didengar anak. Boleh jadi orang tuannya lebih pintar dengan gelar seabreg tetapi bagi anak kecil guru lah yang dianggapnya paling pintar.

Satu diskusi penting saya dengan teman luar biasa di kanwil DJP Papua, mas Argo A. Nugroho tentang hasil penelitian di tesisnya. Wajib Pajak menganggap bahwa pihak yang sering menyuruh patuh terhadap ketentuan perpajakan adalah petugas otoritas pajak, akan tetapi yang paling didengar adalah konsultan pajaknya. Perlu penelitian lebih lanjut kenapa konsultan lebih didengar. Tapi satu point bahwa kadang ada pihak yang lebih didengar Wajib Pajak.

Terkait dengan program publikasi tidak langsung dan sosialisasi yang langsung tentang Amnesti Pajak yang sangat gencar dilakukan boleh jadi menemukan tantangan karena ada pihak lain yang lebih didengar dibandingkan otoritas pajak yang berwenang. Ibarat orang tua yang harus sabar dan paham bahwa terkadang guru lebih didengar oleh anaknya, maka langkah bijak bagi otoritas pajak adalah mencoba mengetahui siapa yang paling didengar oleh wajib pajak dan melakukan kerja bareng karena semua harus bermuara pada kepentingan bangsa tanpa ada sekat ego termasuk terhadap rekan yang memilih mengabdi di luar DJP.

Terimakasih buat mas Yustinus Prastowo atas pencerahan ilmunya kepada masyarakat. Perlu informasi simetris antara Wajib Pajak dan Otoritas DJP

Gerentes Hate
AHE