Sabtu, 10 September 2016

Karena Tiang itu Harus Bermunculan.

Karena tiang itu harus bermunculan.

Ketika bangunan tidak terlalu besar, tiang-tiang penyangga itu tidaklah terlalu banyak dan besar. Namun ketika bangunan ini mulai harus besar maka tiang harus mulai banyak dan besar. Seandainya kita sudah merasa cukup dengan yang kecil barangkali tiang-tiang itu tidak terlalu harus dipikirkan.

Ketika negara hanya cukup ada bahkan seadanya, tiang yang menyangga negara berupa dana untuk membangunnya mungkin dibutuhkan secukupnya. Namun demikian negara yang telah berdiri sejak 71 tahun yang lalu dirancang bukan untuk menjadi negara seadanya dan diam-diam lapuk di telan zaman. Negara punya cita-cita luhur mensejahterakan warga negaranya kebutuhan negara tentu sangat besar. Berapa bangunan sekolah dan infrastruktur lain yang harus dibangun, berapa orang yang harus digaji untuk melayani kesehatan dan kebutuhan tenaga pendidik.

Saat negara mrmbutuhkan tiang itu semua hanya bisa saling tunjuk dan menganggap tidak perlu ada campur tangannya. Ia merasa negara ini warisan yang bebas digunakan tanpa ada niatan yang sama dengan pendahulunya yang mewariskan semuanya. Lebih sakit lagi mereka yang menuntut banyak tanpa mau ikut bekerja. Merekalah sebenarnya warga negara "pengemis" yang tangannya berharap terus di bawah.

Amnesti pajak tidak hanya bicara hasil berupa tebusan semata. Ia memiliki dampak yang besar misanya dengan adanya semangat untuk jujur dari warga negara pada saat mendeklarasikan harta bersihnya. Ia mau menyatakan bahwa ia juga siap menjadi tiang-tiang utama yang bersumbangsih pada negaranya. Seandainya ada yang berteriak keras bahkan "menuduh" barangkali bukan karena kesombongannya tetapi ia sedang "gagal paham" pada negaranya.

Semoga semua dipahamkan karena hatinya sudah tidak sekeras batu. Andai sekeras batu semoga bukan karena Tuhan telah menutupnya tetapi jelaga itu sedang banyak memenuhi kamarnya. Ada yang lebih penting dari sekedar hasil.

Gerentes Hate
AHE