Selasa, 13 September 2016

Tiang Surau Retak

Tiang "Surau" retak

Jemaah tiba-tiba kaget dengan posisi mimbar yang agak turun. Sang imam kesulitan sujud karena posisinya menukik tidak datar. Ada yang menghubungkan dengan peristiwa gempa yang terjadi minggu sebelumnya. Semua orang mulai melihat-lihat posisi surau terutama di bagian tiang. Jemaah baru sadar ternyata tiang surau besar cuma satu dan tiang-tiang lainnya kecil menyangga.

Meskipun tiang surau yang besar dan kecil sama-sama penting, namun retaknya tiang besar ternyata berdampak sangat hebat. Posisi surau menjadi turun beberapa senti. Tentu saja hal ini menimbulkan kekhawatiran jamaah. Suatu saat surau yang dibanggakan jamaah akan ambruk dan bisa menimpa semua jemaah.

Semua orang berpikir bagaimana membangun kembali tiang itu. Seandainya tiang besar mau dibangun otomatis bangunan surau harus dirobohkan dan di tata ulang. Silang sengketa bermunculan karena jemaah bingung mencari alternatif surau. Belum lagi acara pengajian yang sudah digagas dengan mendatangjan Da'i kondang sudah kadung diumumkan je khalayak luas.

Sampai waktu menjelang shubuh kesepakatan belum juga bisa diambil. Ditengah keterbatasan dana dan sumber daya memang tidak mudah mengambil putusan. Di tengah keputusasaan seorang jamaah bergumam. Apakah semua harus menunggu surau itu rubuh ditelan zaman. Barangkali pada akhirnya semua tidak akan peduli. Bukan karena tidak mau berkontribusi tetapi semua bingung memulainya.

Gerentes Hate
AHE

Blog Archive