Selasa, 25 Oktober 2016

Dimas Kanjeng Taat Amnesti

Dimas Kanjeng Taat Amnesti

Dalam suatu acara di stasiun televisi ada satu hal yang menggelitik pikiran saya. Ada seorang tokoh cendikia yang mempunyai spirit yang benar tetapi galau dengan cara yang harus ditempuh. Ada keinginan mensejahterakan masyarakat entah melalui organisasi atau "kerajaan yang dibuatnya.

Secara ekonomis betul bahwa uang harus ada untuk mewujudkan kesejahteraan. Ada cita-cita luhur untuk membantu masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Memang untuk mencukupi keburuhan dana ada tiga cara. Pertama mencetak uang, kedua berutang dan ketiga melalui pajak.

Ketika logika berhutang dan pajak dianggap memberatkan, maka "mengadakan" uang adalah pilihan. Beliau lupa bahwa negara tidak gegabah menciptakan uang dan dibatasi oleh regulasi. Karena semua pilihan ada konsekuensi. Ketika ada seseorang yang bisa mengadakan atau mengadakan uang maka logika sehat mulai goyah dan akal pun seolah menjadi "tumpul".

Disinilah sebenarnya ada kesamaan antara fenomena Dimas Kanjeng dan Amnesti. Keduanya sama-sama ingib menggandakan uang. Amnesti punya tujuan menarik investasi yang diharapkan jadi unsur pengganda "multiplayer effect" yang akan menciptakan uang baru yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Semestinya bukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang jadi pilihan, tetapi Dimas Kanjeng Taat Amnesti yang secara nalar dan akal sehat bisa melipatgandakan uang untuk kesejahteraan bersama. Mari dukung Dimas Kanjeng yang taat Amnesti.

Gerentes Hate
AHE

Blog Archive