Sabtu, 08 Oktober 2016

Diam

Diam

Hidup adalah pergerakan dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke tempat lain. Semua orang berharap dapat menikmati perjalannnya dan sampai di tujuan yang diinginkan. Untuk bergerak terkadang dibutuhkan kendaraan yang memudahkan dan terus bergerak seiring putaran roda.

Ketika kendaraannya cenderung mogok dan susah bergerak, mulailah timbul keresahan. Apakah roda masih bisa berjalan. Saat itu bisa saja kendaraan kita lihat. Mungkin mesin sedang rusak, bahan bakar habis atau supir lelah mengendarai ketika semuanya tergantung pada orang lain.

Bisa menjadi tidak merdeka begitu kita mengandalkan orang lain. Semakin banyak bergantung, semakin sulit kita bergerak. Itulah kenapa manusia harus berusaha serba bisa dengan belajar dan terus belajar agar pelan tapi pasti ketergantungan itu bisa dikurangi. Bukan menghilangkan karena hidup memang bukan untuk sendirian.

Ketika terpaksa harus berhenti dan waktu seolah dihentikan, selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan. Ketika terpaksa menunggu jadwal keberangkatan, seseorang bisa memanfaatkannya untuk membaca dan bercengkrama dengan penumpang lainnya.

Karena waktu terus bergerak, maka semua potensi garus digerakkan. Ketika kendaraan mogok, segera kita perbaiki dan dicari letak penyebabnya. Ketika kehilangan ide, carilah inspirasi untuk mengubahnya, menuliskannya karena semua adalah bagian dari cetita kehidupan.

Jangan diam karena dalam air diam banyak jentik bermunculan meskipun dalam air yang sangat jernih. Ketika memiliki kemampuan jangan takut untuk terus bergerak dan bersuara. Karena suara memang tercipta sebagai suatu kekuatan. Ide harus dialirkan, pemikiran harus disuarakan agar jangan mengendap dalam lumpur yang menyesakkan.

Gerentes Hate
AHE