Senin, 24 Oktober 2016

Orang Pribadi dan Badan, Tebusan vs Pajak

Orang Pribadi dan Badan, Tebusan vs Pajak

Ada pertanyaan mengganjal melihat sekilas statistik Amnesti dan Capaian penerimaan pajak. Dari segi raihan persentase Amnesti jauh lebih baik dibanding angka capaian pajak. Memerlukan kajian yang terukur untuk menjawabnya. Hal yang menggelitik kedua adalah peran sentral Amnesti yang berasal dari Orang Pribadi dan Badan diantara Pajak dan tebusan.

Selama ini peran Orang Pribadi dalam penerimaan pajak masih dianggap relatif rendah. Selain karena pembayaranya sebagian diwakili sistem pemotongan dan pemungutan dimana catatan penerimaan atau Surat Setoran Pajaknya diwakili oleh Badan atau Bendahara, penerimaan pajak orang pribadi pemilik CV tercatat sebagai pajak Badan. Prive yang diterima pemilik CV bukan lagi sebagai objek pajak.

Dalam statistik capaian Amnesti terlihat bahwa peran Orang Pribadi yang dengan "self assesment" nya melaporkan harta tambahan yang lebih besar dibandingkan Wajib Pajak Badan. Kesimpulan sementara bahwa bagaimanapun harta pada akhirnya akan dimiliki atau dinikmati pemiliknya atau yang bekerja dalam perusahaan tersebut (Badan).

Kemungkinan kedua bahwa otoritas selama ini "gagal" mengidentifikasi aliran dana yang dinikmati oleh pemilik  atau mereka yang "bekerja" dalam perusahaan dan hanya bisa mendeteksi formalitas gaji tanpa bisa menelusuri aliran uang lain semisal bonus dan bentuk kompensasi lainnya.

Selain itu definisi dividen dalam arti luas yang diatur berbeda dalam undang-undang pajak bisa jadi "gagal" dikawal karena kenyataannya aliran dana dari perusahaan ke pemilik tidak bisa dengan mudah ditelusuri. Apalagi model hubungan dapat dengan "mudah" beralih dari investasi yang dibungkus dengan model hutang.

Aspek lain adalah kemungkinan pergeseran pajak dari orang pribadi kepada badan melalui skema bonus atau apapun bentuknya untuk menghindari tarif yang lebih besar. Disparitas tarif antara Badan, Orang Pribadi, tarif final dan non final serta tarif potongan terhadap badan dan orang pribadi memungkinkan banyaknya perusahaan bayangan yang memecah penghasilan yang dinikmati pemilik perusahaan.

Tentu saja Amnesti tidak hanya cukup dinilai dari besarnya uang tebusan dan data yang masuk semata, tetapi harus mampu menilai model perilaku yang menjelaskan bagaimana relasi antara Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan serta bagaimana model pemajakan yang tepat ke depannya. Tentu saja aturan selalu kalah cepat dibandingkan dinamika bisnis dalam masyarakat.

Akan tetapi pemetaan harus sejak awal dibuat. Jangan sampai perjalanan ditempuh bukan dengan membaca peta tetapi sembari membuat peta. Bagi pegawai digaris depan tentu ini melelahkan.

Gerentes Hate
AHE

Blog Archive