Senin, 24 Oktober 2016

Siapakah Pembayar Pajak?

Siapakah Pembayar Pajak

Dalam rancangan undang-undang muncul istilah baru pembayar pajak (tax payer) menggantikan "Wajib Pajak". Selama ini saya memahaminya Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang memenuhi syarat subjektif dan obyektif. Syarat subjektif bisa dilihat pertama dari azas yang dianut yakni azas domisili artinya subjek pajak akan dipengaruhi oleh apa kriteria domisili yang membedakan subjek pajak dalam negeri dan luar negeri.

Ketentuan obyek mengacu pada apakah ia memperoleh penghasilan atau tidak atau dalam kaca mata pemotongan apakah ia memberi penghasilan atau tidak. Jadi objek nya bisa memperoleh atau memberi penghasilan. Untuk pajak yang menjadi beban sendiri istilah pembayar tepat tetapi ketika konteksnya pemotongan barangkali istilah penyetor lebih pas. Mungkin juga kita kembali menggunakan istilah sebelum tahun 1983 yakni MPS dan MPO ( Membayar Pajak Sendiri dan Membayar Pajak Orang lain).

Selain itu objek pajak juga bisa berarti konsumsi yang selama ini dikenakan dalam penyerahan atau pemanfaatan barang dan jasa yakni Pajak Pertambahan Nilai atau juga dokumen untuk Bea Meterai. Kita belum tahu apakah konsep PPN masih akan digunakan atau tidak ke depan karena ada juga wacana perubahan model pemajakan pajak konsumsi.

Dengan demikian terminologi pembayar pajak adalah apakah mereka yang dibebani beban pajak atau sekedar mereka yang tertulis dalam Modul Penerimaan Negara yang tercatat melakukan pembayaran dalam Surat Setoran Pajak (SSP). Tinggal kita tunggu karena semua belum jadi undang-undang dan masih ada dilangitan dan belum turun ke bumi.

Untuk memahami harus bingung dan terus bertanya.

Gerentes Hate
AHE

Blog Archive