Kamis, 24 November 2016

Dunia Lain Dunia Medsos

Dunia Lain Dunia Medsos

Masih ingat waktu kecil banyak berkhayal dan bermimpi. Ketika dunia nyata terkendala berbagai keterbatasan, berkhayal adalah hiburan yang menyenangkan.

 Saat di kampung belum ada telepon, khayalan muncul tentang ilmu yang katanya bisa menghubungkan seseorang yang "berilmu" tinggi dengan sesamanya.

 Ilmu yang sampai saat ini belum pernah saya lihat seseorang mampu mempraktekannya. Mungkin itu hanya mitos atau cerita yang  mungkin sulit ada dan tidak sembarangan orang, tempat dan waktu bisa membuktikannya.

Sekitar tiga puluh tahunan dunia kecil itu berubah. Khayalan yang mungkin tergambar dalam film-film fiksi mulai nampak dan membuat kaget dunia nyata.

Ada dunia baru yang orang istilahkan dunia maya. Maya yang sebenarnya bermakna dunia khayal namun ternyata ada. Maya yang dalam artian saya dunia yang tidak bisa  "tersentuh" kasat mata karena kita tidak mengenali lagi manusia dan mesin.

Saat ini semua terkoneksi dalam satu  genggaman tangan. Menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh jadi sebuah keniscayaan. Pola komunikasi manusia mulai bergeser dengan banyak perantaraan mesin.

Seperti halnya Institusi pemerintah lainnya, DJP juga ikut merespon perubahan perilaku manusia yang ingin serba cepat menerima informasi dengan mengaktipkan jaringan media sosial disamping media utama seperti media massa dan pola komunikasi langsung.

Ketika teknologi mampu menjangkau cepat dan lebih banyak orang dan keterbatasan pola komunikasi langsung, pemilihan media sosial menjadi sebuah keniscayaan.

Individu dengan individu, individu dengan organisasi, antar organisasi tiba-tiba saling berbagi, saling berkomunikasi dengan perangkat lunak semua sampai dalam genggaman tangannya.

Untuk lebih memberi pemahaman dan pengetahuan media sosial tepat kiranya DJP mengadakan workshop pengenalan media sosial kepada seluruh tim kehumasan seluruh Indonesia.

Media yang juga penting untuk membangun citra baik  institusi dan memperluas penyampaian informasi perpajakan kepada masyarakat.

Perubahan bukan untuk dihindari, tetapi diakrabi. Karena dunia selalu berubah, maka semua harus bisa merespon perubahan dengan cepat dan cara yang tepat.

Indahnya belajar indahnya memahami dunia.

AHE

Terimakasih atas kesempatannya Mbak Ani Winn , silaturahminya dan kebersamaannya Slamet Rianto Nufalaq Rachmaningtyas Ika Retnaningtyas Haniatur Rosyidah