Selasa, 01 November 2016

Hari Oeng, Darah dan Pajak

Hari Oeang,  Darah dan Pajak.

Negara ini dibangun dengan darah dan air mata pendahulu bangsa. Entah berapa ribu darah para pahlawan yang harus mengalir membasahi ibu pertiwi demi cita-cita luhur mendirikan bangsa yang terbentang luas ini. Ketika kita sekarang mewarisi bangsa besar ini ,lantas bagaimana kita bisa berperan  dengan darah yang kita miliki. Tentu bentuk perjuangan,pengabdian berbeda, tetapi spirit pengabdiannya tetaplah harus sama.

Ketika kita atau  keluarga kita yang sakit dan memerlukan bantuan darah, Palang Merah Indonesia (PMI) memfasilitasi bantuan darah. Betapa kita akan merasa sangat terbantu dan sangat wajar dan sudah seharusnya berucap terimakasih. Ketika sehat terkadang kita tidak sadar dan pas sakit kita seakan tersadarkan bahwa kita banyak menerima bantuan orang termasuk bantuan darah orang lain.

Momen Hari Oeang yang selalu diperingati dan diisi dengan kegiatan donor darah yang dilaksanakan keluarga besar kementerian keuangan termasuk kami di Kanwil Djp Papua Maluku menunjukan bahwa semangat berbagi bangsa ini masih ada. Semangat saling memberi tanpa memandang untuk siapa darah itu nanti digunakan. Tidak lagi ada batasan bahwa darah ini untuk keluarganya atau golongannya.

Seandainya semua memiliki semangat berbagi tanpa memandang siapa aku dan untuk siapa,yakinlah bahwa akan ada hukum timbal  balik yang sudah diatur Sang Pencipta. Ketika anda memberi satu maka anda dapat berjuta-juta kali nikmat yang lebih banyak. Bukan rejeki yang hanya diukur dari jumlah uang, tetapi nikmat lain akan banyak didapatkan. Ketika keikhlasan memberi ditunjukan yakinlah bahwa itu bukan untuk siapa-siapa tetapi kembali kepada kita.

Tidak perlu berhitung berapa darah yang sudah didonorkan. Doa dan kesembuhan atau harapan mereka yang terbantu yang entah kenal atau tidak dengan pendonornya akan membuka pintu-pintu keridoan Tuhannya. Rido pada mereka yang saling berbagi tanpa berhitung jepada siapa bantuan itu diberikan.

Selamat Hari Oeang, selamat saling berbagi. Nilai keihlasan akan semakin tumbuh ketika kita memberi tanpa kita mengenali siapa yang akan menerima manfaatnya. Jika darah saja kita berikan tanpa memandang siapa yang akan menerima manfaatnya, pun demikian dengan pajak. Pajak yang kita bayarkan akan dinikmati banyak orang.

Pajak adalah pembayaran tanpa kontra prestasi langsung bagi pembayarnya. Artinya sumbangsih kita tidak dihitung dengan betapa kenikmatan yang akan kita dapatkan setelah kita memberi. Percayalah semangat membayar pajak sama dengan semangat mendonorkan darah. Kenikmatan itu akan kembali kepada kita lebih banyak meskipun kita tidak mudah menghitung hubungan langsungnya.

Tidak harus menunggu sakit untuk menyadarkan bahwa kita perlu bantuan darah orang dan tidak perlu harus menunggu negara sulit untuk menyadari pentingnya pajak. Sadari dengan cara peduli. Gunakan kesempatan berbagi ketika kita masih diberi kesempatan itu.

KPP Pratama Jayapura

AHE