Kamis, 24 November 2016

Organisasi Yang Mawas Diri

Organisasi yang Mawas Diri

Ketika Nokia, Blackberry tergusur oleh Iphone dan perangkat smartphone android, seringkali kita hanya melihat itu sebagai persaingan semata. Nokia gagal karena ada pesaing baru. Kegagalan dengan mudah kita timpakan kepada pihak lain. Begitu dagangan kita tidak laku lantas kita menunjuk pesaing sebagai penyebab.

Semestinya keberhasilan dan kegagalan bisa kita lihat dari sudut dalam perusahaan. Inovasi yang terhenti, manajemen yang gagal melakukan adaptasi budaya bisa menjadi faktor penyebab. Persaingan adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu faktor dari dalam lah yang harus berbenah diri.

Ketika kinerja perusahaan dan kinerja organisasi gagal seringkali organisasi melihat bahwa pihak luar lah penyebabnya. Kalaupun sisi dalam yang mau dilihat maka telunjuk paling mudah diarahkan kepada pegawai. Hukuman akan segera diberlakukan karena pegawai dianggap tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan.

Semestinya organisasi juga mawas diri.  Bagaimanapun perilaku pegawai erat kaitannya dengan perilaku organisasi. Organisasi dengan budaya unggul menciptakan pegawai berkinerja unggul. Organisasi dengan budaya "ABS" melahirkan pegawai yang merespon dengan perilaku yang sama.

Disinilah peran penting pemimpin dalam organisasi. Perusahaan sekelas Iphone hebat karena peran penting Steve Job membangun budaya yang unggul dalam perusahaan. Visi dan misi dengan jelas digambarkan. Peta strategi perusahaan dipahami dan dimengerti bawahannya.

Seandainya kinerja organisasi belum baik, bisa jadi karena tidak ada budaya unggul dalam organisasi tersebut. Budaya yang dibangun dari nilai-nilai yang secara nyata ditunjukkan dalam organisasi terjewantahkan dalam iklim kerja yang baik. Pegawai terikat kuat laksana ikatan perkawinan, sehingga pegawai tidak mudah berpaling.

Diam tidak berarti setuju. Karena gadis itu sudah matang dan berani berargumen dengan orang tuanya. Saatnya semua mawas diri dan itu bisa dimulai dari organisasi yang mawas diri.

AHE