Kamis, 01 Desember 2016

Saya Tinggal.Dimana?

Setelah hampir sekian puluh tahun meninggalkan tempat pertama bekerja di Jakarta, tambah lama mata saya pusing mengikutinya. Deretan kendaraan, deretan orang dan gedung-gedung tinggi tambah menjulang. Kendaraan berseliweran dari mulai motor hingga bus-bus besar dengan orang-orang yang berlimba cepat entah ke tempat kerja atau pulangg ke rumahnya yang mungkin jauh di kota-kota penyangga ibu kota.

Barangkali kendaraan dan bangunan tinggi akan jadi simbol kemajuan. Orang yang memiliki banyaj jendaraan dan gedung-gedung tinggi  akan dipandang sebagai orang-orang kaya bahkan super kaya. Dengan kekuatan uangnya bangunan dan kendaraan dibuat seindah dan semegah mungkin sampai semua orang skan dilsu dan terkesima. Cap kemajuan dan modern seketika dilekatkan karena kondisi fisik yang serba wah dan megah.

Coba sesekali anda perhatikan ketika anda  berjalan di ibu kota. Kurang nampak wajah-wajah tersenyum manis apalagi saling menyapa. Kota ibarat kumpulan "robot" tanpa hati dan ekpresi. Kalaupun ada senyum menyapa, yang ada karena senyum   kepada pelanggan yang berharap muncul pundi-pundi penghasilan. Seperti bukan sentum tulus tanda keakraban. Jadi apa itu kota bahagia itu kota dengan deretan kemegahan semata?

Belum lagi jika kemegahan hanya dinikmati segelintir orang dan kelompok orang. Ibu kota hanya mimpi yang busa dinikmati si kaya. Jangankan gedung tinggi barangkali sekedar untuk buang air saja kaum papa tidak bisa. Inilah Pekerjaan Rumah pengembangan kota. Jikalau pembangunan ada hanya untuk menyingkirkan dan memberdayakan, apakah arti sebuah kemajuan atas nama pembangunan.

Semua orang menginginkan kesejahteraan dan berhak sejahtera karena negara lahir untuk mensejahterakan. Jika negara gagal mensejahterakan jangan salahkan akan ada rskyat yang tifak cinta negaranya karena baginya negara tinggal sebuah nama. Jika negara ingin  tegak tidaklah perlu retorika kebangsaan apalagi pidato menggelegar yang nyaring di angkasa. Sejahterakan rakyatnya maka negara bisa kokoh dsn tegsk berwibawa.

Bicara ibu kota "saya" tinggal dimana?

AHE